Friday, June 11, 2010

Hari ini aku akan menulis lagi

(Ayuh kita mula menari!)

Hari ini aku akan menulis lagi
Setelah sekian lama menyepi
Tentang kisah yang telah terjadi
Tentang diri yang menipu kalbi
Aku diresahi kealpaan
Kerana terlalu banyak menjilat garam
Aku terpesong dek halimunan
Terkapai di tengah jalan
Meronta tersiksa
Tandus
Lerai
Gugup
Tewas
Dibayangi hantu puaka
Yang datang memamah darah luka
Yang menghisap di setiap tempat
Terjerumus!
Jatuh!
Aku sakit mengerang
Menangis tak berdendang
Mengeluh marah saja
Membadai pusaka jiwa
Aku lerai hati
Aku terajang badan
Aku sepak atap
Aku tendang air
Aku baling gunung ke gunung
Aku simbah lautan ke lautan
Aku murba dalam sembah seloka
Aku jantani hati
Mendengus!

Lantakkan cincin itu
Buangkan masa dalam jam waktu
Buangkan jari dalam genggamanku
Buangkan air noda dalam pinggulku
Buangkan mahligai tak terwarna
Helalah nafas tanpa udara
Aku bilang oksigen
Di dalam nitrogen
Aku dambakan hidrogen
Membakar liang-liang yang sempit
Terkepit!

Siapakah itu? Kuali atau dapurnya?
Berlenggang sama
Bercium bangga
Ditengah khalayak kota
Tak kira malam atau siang
Perempuan mencintai perempuan
Lelaki menafsui lelaki
Menjadi raja rasuah yang merasuahi
Menjadi kapitalis bongok
Mampuslah!

Dogma terdogma
Sepilis sahaja
Sesat ajaran ditipu atas nama tariqat
Sesat laksana durjana Yahudi dan Nasrani
Sesat menjadi hamba syaithan manja bermusuhi
Gampang!

Ganaskah puisimu itu?
Brutalkan tulisannya!
Mati!

Ini versi mati nombor satu
Bila darah mengalir pasrah
Memerah
Tak guna!

Pergilah wahai sang penipu
Yang tahu mengkuda saja
Gila!

Wahai skrin laptop dan papan kekunci
Ayuh kita mula menari!

Wednesday, March 10, 2010

Daun semalu yang kujumpa semalam

Mereka adalah daun semalu yang kujumpa semalam
Di padang di sebalik bukit yang warnanya biru kerana bukit itu jauh dariku
Di bukit itu mengalir air yang sejuk dan dingin
membasahi padang itu yang kini semakin semak
Semak kerana banyaknya duri-duri dan daun-daun semalu
malu kerana mereka malu nak menyatakan
bahawa hati sudah semakin suka
Suka sudah semakin kasih
Kasih sudah semakin rindu
Rindu sudah menjadi Cinta
Cinta sudah menjadi ikatan
Ikatan yang akan diijab
Ijab yang akan dikabul
lalu jadilah mereka nantinya
sejarah baru manusiawi
sebagaimana sejarah-sejarah manusia uryani
di lembah sepi
Mereka adalah daun semalu yang kujumpa semalam
Bila jari kusentuh padanya
ia kuncup dan malu

Monday, February 01, 2010

who's the provider anyway
in the labour of love
in restoring the ruins
in making history
in building a Rome?
teared away....
for it's all up to us...
to you and me.

Thursday, December 17, 2009

tentang Bandung

Aku hanya pandai bercerita tentang Bandung
Sedangkan aku lupa pada Kunming
Yang pernah menggamitku
Mengusik kalbuku

Aku yang berenang atas daratan
Berlari dalam lautan
Aku kejar kejaran yang jauh
Dan tak pernah aku sampai
Tanganku masih menggapai

Dan ada lagi yang nak kuceritakan
Di lain masa.

terkadang

Terkadang kita sering terlupa
Kerana kita telah meninggalkannya
Lalu kita hanyut seketika
Dibuai mimpi yang kita cipta
Hinggakan kita tersesat
Juga kita menyesatkan
Alam marah pada kita
Kita gugah goyah
Kita dihukum seketika
Kerana dosa-dosa yang muktabar
Kita lupa alpa
Kita leka dan lalai
Dan bila kita sempat dikembalikan
Walau sesaat cuma
Janganlah sombong
Tolonglah......
Mereka yang memerlukan
Pertolongan kita

Sunday, September 27, 2009

The overrated idolization

The overrated idolization
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
How do we come to this affection?
That clings like a protective mother over her infant?
Should we insisted and fight?
The decision made annoys others with initial rights?

It is peculiar when passion changed one values
When difference longed and gained never felt so true.

The feeling that quivers, claiming the other half of the heart,
The smiles once hidden, not just existed, it glows endlessly
The sun never seems so stunning, the night is star-studded amazing
Every step taken is lightened, every burden loaded away.

Of all in the name of adoration towards a stranger’s warmth
While blood disappointingly exploding the rebel inside
Is this overrated act tolerable? When empathy never been more contented?
Shall we continue? Or stop before it hazards others?

Friday, September 25, 2009

My Love

My Love
~~~~~~
In silence I miss the poetry
Upon spoken I am melting
In tease I am redden
When stopped I missed it even more.
A sentence provoking feeling;
Nickname followed worth every calling
The feeling is a torment
Together it mend those that broken
Wishing this ends not briskly
Honey will you be with me always and for eternity?

Tuesday, August 11, 2009

Antara Bandung Dan Ipoh

Ada jambatan
Yang akan kutambat
Rapat erat
Mantap

Reva

Reva
Gadis Indonesia
Kutemui dia
Di Jakarta

Sunday, July 19, 2009

Bunyi Yang Dilihat

Gila kah?
Kalau malam sunyi tiba-tiba datang suara menyanyi
merantai hati tersadai di sabit bulan
datang kupu-kupu mengibas sayap
berjuta warnanya membentuk rasa cinta
gila kan?

lagi gila
kalau hari-hari
merasakan nadi kita semakin dekat
berkongsikan udara yang sama
bertongkatkan janji yang sama
nyatanya takkan patah pasak sakti itu bukan?

sedetik masa sekali bergerak
melawan arus sungai menyusur ke tasik chini
berpayungkan susunan bintang membentuk buruj
lengkap garisnya
dan suara nyanyian itu
masih terkesan auranya

gemersik suara indah tuturnya
Gendang, serunai, biola
beralun menjadi satu nada
meremangkan roma tengkuk yang mendengar
melihatkan kelip-kelip di balik rumpun
hilang rasa takut, datang rasa tenang

gila kan?
bagaikan satu pesta alam
paling besar untuk satu malam yang kelam
mata terkatup, akal melayang
bagaikan menyandang mimpi
paling sempurna untuk satu malam yang sepi

"di balik lipatan kertas usang"

5 tahun kencana dewi pergi
melangkau 3 benua
meredah musim tengkujuh
selang sehari dia tidur bermaindikan embun
menumpang di balik pohon
dekat dengan aur hitam
berselimutkan batik jawa
kiriman bapak mastor andika

dia menjadi orang yang berbeda
dari satu kampung bermukim
nomad lagi dia ke desa yang lain
sehari sedulang nasi padang
kencana menjual nasib
sama dibekal dengan bungkusan tapai

malam datang bersama bulan
kencana menyepi di balik tirai usang merah
disisir rambutnya
diikalkan sanggul dengan ranting kayu yang dipatahkan
dipecahkan tanah kapur sebati menjadi warna
dicorakkan huruf-huruf rumi bernada
atas kertas kayu yang rapuh asasnya
sesekali kencana bersiul
melagukan puisi
tidak pincang nadanya
tidak sekali di koyakkan kertasnya

tempat itu langsung tidak asing buat kencana
setiap hari, tidak lelah dia menjadi kuli
ramah mulutnya
dalam lesung pipit bila tersenyum
sekali dia bernyanyi di batas sawah kampung jambi
seluruh alam pasti gembira menari
kencana benar seakan dewi
mendepangkan sayapnya
memimpin anak-anak kecil
menghafal 26 kerat rumi
diajarkan apakah termaksud dalam rangkap puisi

5 tahun kencana pergi
tidak sekali dalam sebulan
kencana lupa kirimkan utusan
lagu-lagu cinta indah
di balik lipatan kertas usang

Darah Bernyawa

hati itu tidak bujur
tidak jugak bulat
hati itu diikat
dengan salur darah berlikat

kalau ditekan, membulat beku darahnya
kalau dijentik, teresak-esak ia meraung
apatah lagi direntap

mati terus nadinya!

dia ketawa kerana berahsia
bila diam
mungkin bakal mati hatinya

Wednesday, June 03, 2009

di Penanti?

Tiada kutahu dan ku tak ketahuan
Ini jalan terang
Namun bersilang
Petang
Aku bagai layang-layang
Terbang
Mencari sarang
Bagai burung
Aku terkurung
Hurung
Murung

Mana kamu?
Datanglah segera
Aku menunggumu
di Penanti

Thursday, May 21, 2009

liza dan urin test - coretan IV

aku jumpa liza kembali
liza kini separuh gila
masih degil menjuara jiwanya

urin test
masih disyabui?
sudah insaf diri
harap begitulah

liza dan kuala kangsar
sejarahnya dan badan
darahnya dan sesalan
jadikan pedoman
jadikan sempadan

Diana Jones - Lailailai Matras Rockfire

Hi dido dido
Ini Fiddle diddle
Mari tanganmu manja
Ku genggam erat
Kita berjalan berdua
Di tengah sibuk kota
Kita berlari-lari anak
Bak anak kecil
Bergurauan

The cat in the field
The cow jump over the moon
Kita ketawa riang
Kita bersembang panjang
Lihat tu!
The little dog laughs to see such spot
And the dish ran away with the spoon

Hai Diana Jones
Ini namaku
Matras Rockfire

Saturday, April 04, 2009

This old hand of mine

This old hand of mine
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Look at this thin fingers
this dry skin
this veins poppers
this rough palms

they aged with time
wave freely like mime
hope one notice and gave high five

while it longs for embrace
a lovely touch with grace
it still reach out for hopes and good faith

among chores they moves
solemnly devoted in life woes
for till the end it hopes to prove

this fingers move freely
the lines aged beautifully
the dry skin roughened the edges
the sweaty palm greets without compromise

for this hands, Rocks the world!

Tuesday, January 06, 2009

Aku tulis

Sajak ini kutulis kerna
Aku mahu katakan padamu
Betapa aku masih cinta
Betapa cinta masih ada
Untukmu sayang

Sajak ini bukan hanya tulisan
Buka sekadar kata cinta cuma
Tapi hatinya
Bermawarkan haruman
Berserikan idaman
Kukucupi
Dahimu
Sayang

Tuesday, December 30, 2008

Derita Anak Palestina

Dia yang kecil itu sigadis manis
Namun duduknya di bumi Palestina
Semalaman telinganya bingit dengarkan letupan
Malam bercahaya terang
Anak Palestina menderita

Dia wajahnya sungguh ayu
Sangat jelita parasnya
Sungguh cantik rupanya
Namun dia masih di bumi Palestina

Dia meratap tubuh ibunya
Ibunya sudah mati ditembak
Dia tiada ayah
Dia kini yatim piatu

Dia gadis manis
Dia manja sekali
Dia anak Palestina

Di Malaysia
Anak gadis hanya tahunya ronggeng
Baju mereka nipis tipis
Malah koyak sana koyak sini
Hari-hari menyerah kalah
Lemah

Anak Palestina
Kami pasti datang
Membawa hadir cinta yang hilang

Monday, December 29, 2008

Coretan I, II, III

liza - coretan I

setelah kau dustai pelangi manja memanjai
kau conteng arang merah di muka-muka pemberahi
kau telanjang bugil di setiap negeri
kau ajak pelontar besi menjolok ngeri
kau taburkan kemeyan bersepahan
dan kau gigit daging-daging mentah meratah

kisah liza - coretan II

dia anak manja
dia kehilangan kasih ibunya
dia dendam ibu tiri
dia marahi bapa
dia kejami diri
dia lari... lari... jauh-jauh
dia masih remaja
dan dia bukan wanita lagi
dialah liza dan itulah kisahnya

antara liza dan syabu - coretan III

bukannya liza mahu itu syabu
dan bukan juga syabu itu mencari liza
yang hakikat adalah keseksaan nikmat
yang lekat adalah benih-benih kesumat pekat

liza dan gila adalah sudaranya
gila dan liza adalah saling berbantuan
mereka saling membutuhkan
gilakah liza bila liza menggila

dalam malam pekat lazat, lazatnya cinta bersama liza

meditasiku

maafkan saya
karena meditasiku
sedang meramas nyawamu baldu
seraya kutiupkan liuk sangkakala nurkasih
usah sekelumit zarahpun kau gusar bimbangi

petang ini riang trang tang tang

apalagi maunya itu cinta
biarkan ia berkecai hancur
biarkan tubuhku jadi lulur
akan kubakarkan api dendam
kesumat menyengat
lalat!